Pemeriksaan tumbuh kembang anak di Posyandu
Edukasi Kesehatan

Cegah Stunting Sejak Dini

Pahami penyebab, dampak, dan cara mencegah stunting pada anak melalui pemenuhan gizi seimbang di 1000 hari pertama kehidupan.

21,6%
Prevalensi stunting di Indonesia (2022)
1000
Hari pertama kehidupan adalah masa emas
100%
Stunting dapat dicegah dengan gizi tepat
Anak sehat makan makanan bergizi
Tumbuh Kembang Optimal
Pengetahuan Dasar

Apa Itu Stunting?

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya.

Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir. Namun, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

Fakta Penting

Menurut WHO, Indonesia termasuk negara dengan prevalensi stunting cukup tinggi. Stunting dapat dicegah dengan intervensi gizi yang tepat selama 1000 hari pertama kehidupan.

Penyebab

Penyebab Stunting

Berbagai faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya stunting pada anak

01

Kurang Gizi Kronis

Asupan makanan yang tidak memenuhi kebutuhan gizi dalam jangka waktu yang panjang, terutama protein, zat besi, dan zinc.

02

Infeksi Berulang

Penyakit infeksi yang sering terjadi seperti diare dan ISPA dapat mengganggu penyerapan nutrisi dalam tubuh anak.

03

Gizi Ibu Hamil

Kondisi kurang gizi pada ibu selama kehamilan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin dan risiko stunting pada anak.

04

Sanitasi & Air Bersih

Akses terhadap sanitasi yang buruk dan air bersih yang terbatas meningkatkan risiko penyakit dan gangguan pertumbuhan.

05

Pola Asuh

Praktik pemberian makan yang kurang tepat, seperti pemberian MPASI yang terlalu dini atau terlalu lambat.

06

Faktor Lingkungan

Kondisi ekonomi keluarga, tingkat pendidikan orang tua, dan akses terhadap layanan kesehatan yang terbatas.

Pencegahan

Cara Mencegah Stunting

Langkah-langkah penting yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting pada anak

1

Penuhi Gizi Seimbang

Berikan makanan bergizi seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral sesuai kebutuhan usia anak.

  • Sumber protein (telur, ikan, daging, tempe, tahu)
  • Sayuran hijau dan buah-buahan
  • Sumber karbohidrat (nasi, kentang, ubi)
  • Susu dan produk olahannya
2

ASI Eksklusif

Berikan Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif selama 6 bulan pertama, dilanjutkan dengan MPASI yang bergizi sambil tetap memberikan ASI hingga usia 2 tahun.

3

Pemeriksaan Rutin

Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin di Posyandu atau Puskesmas untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala.

4

Sanitasi & Kebersihan

Jaga kebersihan lingkungan, cuci tangan sebelum menyiapkan makanan, dan pastikan air minum yang digunakan bersih dan aman.

Bahan makanan bergizi untuk mencegah stunting
Bahan Alami & Bernutrisi
Nutrisi Kunci

Nutrisi Penting untuk Mencegah Stunting

Protein

Membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, penting untuk pertumbuhan otot dan organ.

Telur, ikan, daging, tempe, tahu

Zat Besi

Membentuk hemoglobin untuk mengangkut oksigen dan mencegah anemia.

Bayam, daging merah, hati ayam

Kalsium

Pembentukan tulang dan gigi yang kuat serta fungsi saraf dan otot.

Susu, keju, ikan teri, brokoli

Vitamin A

Mendukung kesehatan mata, sistem imun, dan pertumbuhan sel tubuh.

Wortel, ubi jalar, bayam, telur

Vitamin C

Meningkatkan daya tahan tubuh dan membantu penyerapan zat besi.

Jeruk, jambu biji, tomat

Zinc

Berperan dalam pertumbuhan sel, fungsi imun, dan penyembuhan luka.

Daging, kacang-kacangan, biji-bijian
Ibu memasak makanan bergizi bersama anak

Mulai Hitung Kebutuhan Gizi Anak Anda

Gunakan kalkulator gizi kami untuk memastikan menu harian anak memenuhi kebutuhan nutrisi. Atau temukan resep bergizi yang mudah dan praktis.

Kalkulator Gizi Lihat Resep